“GERAK
PELURU ATAU GERAK PARABOLA”
(KINEMATIKA)
Ø TUJUAN :
v Menganalisis
besar perpindahan dan kecepatan pada gerak parabola dengan menggunakan vector.
Ø DASAR TEORI
Pengertian Gerak Parabola (Peluru) :

Gerak
peluru atau parabola pada dasarnya merupakan perpaduan antara gerak horizontal
(searah dengan sumbu x) dengan vertikal (searah sumbu y). Pada gerak horizontal
bersifat GLB (Gerak Lurus Beraturan) karena gesekan udara diabaikan. Sedangkan
pada serak vertikal bersifat GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan) karena
pengaruh percepatan grafitasi bumi (g).
A. Kecepatan
disebabkan gerak parabola merupakan
perpaduan antara dua gerak maka masing-masing elemen gerak kita cari secara
terpisah. Rumusnya sebagai berikut :
Jadi vx merupakan peruraian kecepatan
awal (vo) terhadap sumbu x sedangkan vy merupakan peruraian kecepatan
awal (vo) terhadap sumbu y.Nilai vx sepanjang waktu terjadinya gerak
parabola bersifat tetap karena merupakan GLB. Namun nilai vy berubah
karena pengaruh percepatan grafitasi bumi, sehingga saat peluru naik merupakan
GLBB diperlambat dan saat peluru turn merupakan GLBB dipercepat.
Setelah kita mendapatkan nilai
vx dan vy, dapat dicari kecepatan gabungannya dengan menggunakan rumus :
B.
Jarak Tempuh



C. ketinggian Maksimal (hmaks) dan Jarak Tempuh Maksimal (xmaks)
Rumus ketinggian maksimum adalah :
bila diketahui ketinggan maksimumnya juga dapat dicari
waktunya dengan rumus :
demikian
pula bila waktu saat ketinggian maksimum diketahui maka ketinggian maksimumnya
dapat dicari dengan rumus :
Sedangkan jarak tempuh horizontal terjauh/maksimalnya dapat
dicari dengan rumus :

waktu untuk mencapai jarak tempuh terjauh sama dengan dua kali waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi :
Ø ANALISIS DATA
Jika suatu benda (bola/peluru)
ditembakan pada sudut 30˚,45˚,dan 60˚ tentukan jarak terjauh yang dapat dicapai
benda tersebut?
Ø D1.
α1:30˚ V0 : v0
α2:45˚ g :10m/s2
α3:60˚
Ø D2.
sx…...?
Ø D3.
α = 300
t =
=
= 2.sinα.cosα = sin2α


Sx = v0.cosα.t



= 

α = 450
t =
=
= 2.sinα.cosα = sin2α


Sx = v0.cosα.t
=
= 


= 

α = 600
t =
=
= 2.sinα.cosα = sin2α


Sx = v0.cosα.t
=
= 




v Hasil
analisa : jauh tembakan maximum terjadi pada
<450 dan <300 dan < 600 mempunyai
jauh tembakan maximum yang sama.
v
0 komentar:
Posting Komentar